Dulu sekali,
kau pernah dengan rutin
berkirim kabar denganku.
Bercerita remeh temeh,
tentang kopi yang tumpah.
Dulu sekali,
Jarak menjadi media imajinasi kita,
seandainya kau disini, atau aku disana.
Dulu sekali,
Menjadi bocah adalah kegemaran kita
Riang sekali menyambut hujan
Menari-nari lupa usia
Lalu kini ?
Hujan hanya memberi perih pada tetesnya dilenganku
Ketakutan sekali setiap kuselami jarak
Dan kabar tentangmu,
hanya menghancurkanku untuk hitungan yang tak kuingat lagi