Selasa, 03 November 2015

Cerita Senja


Berkali elang itu tunduk dikaki langit
meminta senja tak berlalu,
atau membiarkan ia menyertai kemanapun

   Elang merajuk;
Ambilah satu sayapku
agar kau percaya
Relakan yang lain, untuk dapat
ku tertatih mengikutimu

   Senja bergeming.

   Ilalang bertanya;
Mengapa tak kau iyakan saja ?

   Senja bilang;
Ia ditakdirkan untuk terbang
dengan dua sayapnya.
Menyingkap misteri siang
yang menyertai pagi.
Melewati malam
dengan deru-deru kehampaannya.

Takdirnya untuk terbang
Bukan hidup untuk menantiku
Lalu mati bersama tenggelamnya aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar