Hai masa lalu,
Kulantunkan lagi kisahmu.
Bukan untuk apa,
perihmu tak terperi.
Bukan untuk siapa,
kau melekat pada setiapnya.
Kulantunkan
untuk nada merdu disetiapmu.
Kulantunkan
untuk rima maha bijaksana.
Kulantunkan
untuk syair indah kala itu.
Takkan kuhadirkan lagi dikinianku
Takkan pula lenyap begitu
Akan ditempat itu saja
Pada dimensi itu saja
Hanya,
satu atau dua petang kemudian
kau kukenang kembali.
Kulantunkan lagi
Bukan untuk apa
Bukan untuk siapa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar